PAKAR UMY TEGASKAN APARATUR DESA HARUS MELEK DIGITAL DEMI MEWUJUDKAN SMART VILLAGE
KAMPUSPERS YOGYAKARTA (15/08/2026) Pakar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Titin Purwaningsih mengatakan aparatur pemerintahan desa saat ini dituntut untuk melek digitalisasi guna mengakselerasi terwujudnya konsep desa pintar (smart village) yang tidak hanya berbasis pada ketersediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga penguatan kapasitas SDM dan pelayanan publik.
Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Titin Purwaningsih di Yogyakarta, Rabu, mengatakan transformasi pemerintahan desa tidak cukup hanya mengandalkan perkembangan teknologi semata.
"Bagaimana mewujudkan smart village di tingkat desa sehingga bisa memberikan pelayanan yang efektif kepada masyarakat, ini yang menjadi fokus utama. Konsep smart village perlu dipahami lebih luas daripada sekadar pemanfaatan teknologi digital," kata Titin pada Workshop Smart Village dan FGD Kepamongprajaan di Kampus UMY.
Menurut Titin, transformasi digital di tingkat desa harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas aparatur, kepemimpinan yang adaptif, serta tata kelola organisasi yang baik agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan masyarakat.
Desa memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan warga sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan kepamongprajaan menjadi bagian tidak terpisahkan dari modernisasi desa.
"Aparatur pemerintahan di tingkat desa dituntut mampu memahami kebutuhan masyarakat, mengelola organisasi secara efektif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial," kata Titin.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!