TAK PERLU JAUH KE JAWA, PEMERINTAH SIAPKAN KAMPUS DAN FASILITAS PENDIDIKAN LENGKAP DI REMPANG
KAMPUSPERS (25/08/2026) Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pemerintah menyiapkan fasilitas pendidikan hingga ke perguruan tinggi di kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan transmigrasi lokal di Rempang yang diarahkan untuk menjaga masyarakat setempat tetap tinggal di wilayahnya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Iftitah mengatakan, pemerintah akan bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia untuk menyiapkan kampus di Rempang. Baca juga: Halte Transjakarta Komsen Jatiasih Dibangun Tahun Ini, Pakai Dana CSR Rp 500 Juta Dengan adanya fasilitas tersebut, warga Rempang nantinya tidak perlu pergi ke Pulau Jawa untuk menempuh pendidikan tinggi.
"Kita juga menyiapkan kampus di Rempang sana, bekerja sama dengan 10 kampus terbaik di Indonesia. Sehingga, orang Rempang tidak perlu datang ke Jawa untuk misalkan kuliah di UI, tapi nanti mereka kuliah di sana sendiri," ujar Iftitah seusai Transmigration Executive Dialogue di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurut Iftitah, perguruan tinggi yang disiapkan di Rempang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga harus terhubung dengan kebutuhan industri yang berkembang di kawasan tersebut. Dukung Usulan Kewarganegaraan Ganda, DPR: Penerapannya Harus Ketat dan Selektif Artikel Kompas.id Karena itu, bidang studi dan materi pembelajaran nantinya akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di industri yang tersedia.
"Yang nanti majornya itu, pelajaran-pelajarannya itu mendukung ke area pekerjaan yang disediakan oleh industri," katanya. Warga Lokal Tidak Terusir Iftitah menjelaskan, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bagian dari pendekatan baru pemerintah dalam menangani masyarakat lokal yang terdampak pembangunan ekonomi.
Menurut dia, masyarakat yang telah tinggal di Rempang selama puluhan bahkan ratusan tahun tidak semestinya kehilangan tempat tinggal akibat masuknya investasi.
Oleh karena itu, pemerintah melalui program Transmigrasi Lokal (Trans Lokal) ingin memastikan masyarakat tetap dapat tinggal di kawasan tersebut. "Kita justru sampaikan mereka tidak perlu keluar dari tempat yang sejak dulu kala secara budaya, itu sudah menjadi bagian dari darah daging mereka," ujar Iftitah.
Pemerintah akan mengalokasikan sejumlah lahan bekerja sama dengan BP Batam agar masyarakat lokal tetap dapat tinggal dan berkembang di kawasan tersebut.
Selain perguruan tinggi, fasilitas pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah juga akan disiapkan. "SD, SMP, SMA yang kita siapkan, kita juga menyiapkan kampus di Rempang sana," kata Iftitah.
Iftitah mengatakan, pembangunan pendidikan di Rempang juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja seiring masuknya investasi ke kawasan Batam.
Dia menilai, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut harus dipersiapkan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Melalui program TransKaryanusa, dia berencana membangun balai pelatihan bagi masyarakat yang datang ke Batam.
Tujuannya, agar para pendatang memiliki keterampilan yang sesuai sehingga dapat terserap oleh industri yang berkembang di kawasan tersebut. Sementara itu, program Trans Lokal diarahkan untuk masyarakat yang telah lama tinggal di kawasan terdampak pembangunan.
"Transmigrasi lokal, kita fokus justru untuk mengamankan masyarakat yang sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan ratusan tahun tinggal di sana, itu juga supaya tidak terusir," ujar Iftitah. Pendekatan tersebut dinilai penting karena pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas masyarakat lokal.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang terdampak pembangunan, tetapi juga dapat memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang berlangsung di wilayah mereka.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!