MENGUBAH STIGMA JADI KARYA, DEDIKASI M. ARDI GELORAKAN LITERASI JALANAN
KAMPUSPERS (20/08/2026) M. ARDI berhasil mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Pustakawan berdedikasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Selasa (7/7/2026). Pemberian penghargaan ini diterima Ardi dalam rangka Hari Pustakawan Indonesia Tahun 2026.
"Saya merasa bersyukur dedikasi kita selama ini dihargai begitu besar oleh Bapak Menteri (Mendikdasmen)," kata Ardi di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Ardi mengaku sudah menjadi pustakawan lebih dari 37 tahun di Sulawesi Selatan meskipun awalnya ia enggan ditempatkan di bagian perpustakaan karena dahulu Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditempatkan di perpustakaan dianggap sebagai buangan.
"Pikiran kami kemarin itu bahwa pustakawan atau yang mengelola pustakawan itu orang buangan dan memang selama ini orang buangan ada yang sakit, ada yang vokal-vokal ditempatkan di Perpustakaan," ujarnya.
"Saya ketika ditempatkan di situ merasa bahwa saya bukan orang begitu saya orang baik-baik, saya punya kompetensi," lanjut Ardi. Namun setelah berpikir beberapa bulan, akhirnya Ardi bersedia ditempatkan di bagian perpustakaan dan menemukan banyak manfaat setelah menjalani tugas di sana. Ia bisa banyak bertemu pejabat tinggi setelah ditempatkan di perpustakaan dan menerima berbagai macam penghargaan.
"Alhamdulillah, itu semua dari perpustakaan jadi pustakawan itu adalah yang terbaik sebetulnya," ucapnya. Bantuan hingga Rp 6,3 Juta Membuat kegiatan Lapak Literasi di bawah jalan layang Pettarani Sebagai pustakawan, Ardi pun ingin menggelorakan minat membaca masyarakat di daerahnya. Sehingga ia memutuskan untuk membuat kegiatan Lapak Literasi di bawah jalan layang Pettarani Setiap Sabtu Malam yang menyediakan buku-buku bacaan untuk masyarakat sekitar.
Total buku yang ia bawa menggunakan mobil mencapai 500 judul. Lapak itu akan dibuka mulai jam 19.00 hingga 23.00 waktu setempat. "Rata-rata pembaca Lapan Literasi yang saya kalau itu rata-rata mahasiswa, anak-anak muda mahasiswa-mahasiswa ada yang dari Papua, ada dari Manokwari, ada yang dari Gorontalo," ungkapnya.
Anak-anak muda yang terlihat antusias bahkan datang lebih dahulu sebelum lapak literasi dibuka. "Kadang kalau setiap malam minggu mereka sudah datang di tempat di situ sebelum kami datang itu demi untuk menyambut kami antusiasnya mereka itu luar biasa," tuturnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!