MENTERI SOSIAL GUS IPUL PASTIKAN KETERLIBATAN KADET UNHAN DI SEKOLAH RAKYAT BUKAN PERPELONCOAN MELAINKAN AJARKAN KEDISIPLINAN DAN KARAKTER
KAMPUSPERS (12/10/2026) JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, keterlibatan kadet Universitas Pertahanan (Unhan) ke Sekolah Rakyat bukan bentuk kegiatan perpeloncoan, melainkan mengajarkan kedisiplinan.
Gus Ipul menyebutkan, hadirnya kadet Unhan diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik untuk siswa Sekolah Rakyat, baik di tingkat SD, tingkat SMP, dan tingkat SMA.
"Kegiatan ini bukan perpeloncoan. Kegiatan ini bukan semacam orientasi yang bersifat fisik. Ini adalah usaha bersama-sama untuk membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik sesuai dengan batas-batas kemampuan dan usia siswa," ujar Gus Ipul dalam pelepasan kadet Unhan, di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).
Para kadet Unhan nantinya akan menjadi kakak asuh yang memberikan pendampingan, bimbingan untuk kedisiplinan, penguatan karakter, kepribadian, serta menambah wawasan nusantara serta bela negara.
Dengan begitu, Gus Ipul berharap tidak akan terjadi kasus-kasus perundungan, intoleransi, kekerasan fisik maupun seksual di Sekolah Rakyat.
"Ada tiga hal yang tidak boleh terjadi, harus kita cegah, harus kita sama-sama melakukan upaya-upaya nyata agar tidak terjadi bullying, kekerasan fisik dan seksual, dan tidak boleh terjadi intoleransi," tutur dia.
Menurut Gus Ipul, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kehidupan siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti sistem sekolah berasrama.
"Pembiasaan bangun pagi, menjaga kebersihan diri, mengikuti pembelajaran, beraktivitas secara teratur, hingga beristirahat tepat waktu perlu dilatih secara konsisten," kata dia.
Oleh karena itu, Gus Ipul menilai kehadiran para kadet menjadi dukungan yang luar biasa bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sebab, para siswa Sekolah Rakayt membutuhkan keteladanan, role model, dan bimbingan yang nyata untuk masa depan mereka.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) melepas 1.262 kadet Unhan dan 206 pengasuh untuk mengabdi di 181 Sekolah Rakyat selama dua pekan.
"Saya mengharapkan para kadet sekalian untuk memanfaatkan waktu selama dua minggu dengan baik. Dampingi siswa Sekolah Rakyat penuh dengan empati, junjung kesetaraan dalam pendidikan," kata Gus Ipul.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!