Rayakan HUT RI, Pemprov DKI Jakarta Imbau Sekolah Gelar PJJ 18 Agustus 2026
KAMPUSPERS (22/08/2026) Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Selasa (18/8/2026).
Imbauan ini disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 87/SE/2026 yang diterbitkan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta pada 15 Agustus 2026.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Cyril Raoul Hakim mengatakan, imbauan ini berlaku baik untuk sekolah swasta maupun negeri yang ada di Ibu Kota.
“Para kepala satuan pendidikan negeri dan swasta dapat melaksanaman pembelajaean jarak jauh pada Selasa, 18 Agustus besok,” ucapnya, Senin (17/8/2026).
Politikus PDIP yang akrab disapa Chico Hakim ini bilang, kebijakan ini hanya bersifat imbauan saja. “Diperbolehkan ya, bukan diwajibkan atau dilarang,” ujarnya.
Adapun PJJ dapat dilakukan dengan memperhatikan ketercapaian rencana pembelajaran. Kemudian, sekolah juga wajib melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan PJJ dengan berkoordinasi dengan Kepala Suku Dinas Pendidikan dan/atau kepala bidang yang menganpu satuan pendidikan.
“Sekolah juga harus melakukan komunikasi secara intensif kepada orang tua/wali murid,” kata Chico.
Anak buah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini membantah bahwa imbauan dibuat karena besok direncanakan akan ada aksi demo yang dilakukan mahasiswa.
Chico menegaskan bahwa imbauan dibuat untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI). Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara dengan nomor B-17/M/S/TU.00.03/08/2026.
“Imbauan untuk lebih menyemarakkanckegiatan perayaan di masyarakat dan memaknai hari kemerdekaan sesuai imbauan Mensesneg,” ucapnya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap gelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Senin, 3 Agustus 2026 mendatang. Berbeda dengan sekolah umum, MPLS PJJ akan digelar secara daring.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyebut, ini adalah kali pertama MPLS PJJ digelar. PJJ menjadi komitmen pemerintah untuk menjangkau anak-anak yang belum bisa mengakses layanan pendidikan lantaran berbagai keterbatasan.
"Mulai minggu depan tanggal 3 Agustus kita akan memulai MPLS untuk PPJ ini dan ini mungkin MPLS serentak pertama yang kita lakukan sejak kita mengenal sistem PJJ," tutur Fajar dalam acara Taklimat Media Pendidikan Jarak Jauh, di Sunyi Coffee Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Kemendikdasmen Catat Ada 2,4 Juta Anak Tidak Sekolah, Jawab Lewat Gerakan SPMB PJJ. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen Tatang Mutaqin menyebut pelaksanaan MPLS PJJ akan mengacu pada panduan yang dikeluarkan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen.
Dengan begitu, materi dan waktu pelaksanaan yang disampaikan tidak jauh berbeda. Murid PJJ akan menjalani MPLS selama lima hari dengan pelaksanaan online secara penuh.
"Panduan MPLS mengacu pada MPLS yang sama, cuman bagaimana strategi dari guru untuk mempraktekkan ini dalam konteks yang PJJ. Waktunya juga sama dan mudah-mudahan karena ini pengalamannya pertama, nanti ya cukup membuat mereka (murid) lebih termotivasi," kata Tatang.
Tatang juga tidak menutup kemungkinan ada sekolah induk yang menggelar MPLS secara luring. Namun, MPLS luring disesuaikan dengan kondisi murid dan sekolah.
"Karena kan sekolah-sekolah induk itu ada yang jangkauannya juga jauh tapi ada juga yang tidak terlalu jauh, daerah-daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur," sampainya.
Selain siswa, Kemendikdasmen juga melibatkan orang tua murid baru PJJ dalam pelaksanaan MPLS. Tatang menyatakan orang tua berperan penting dalam memberikan motivasi pada murid baru untuk melanjutkan sekolah.
"Ini bagian dari ekosistem, karena tadi kata kuncinya di motivasi intensif dan tentu akan di support oleh motivasi intensif dari orang tua, dari teman, mungkin bisa saling mengingatkan," imbuh Tatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!