UNIVERSITAS DARUNNAJAH BUKA PROGRAM DOKTOR S-3 PERTAMA, FOKUS MANAJEMEN PESANTREN MODERN
KAMPUSPERS (19/08/2026) - UNIVERSITAS Darunnajah resmi memiliki program doktor pertama di kampus tersebut yakni Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan yang surat keputusannya diserahkan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Romo R. Muhammad Syafi’i di Jakarta, Selasa.
“Tantangan terbesar dunia pesantren di Indonesia saat ini adalah kualitas diri lembaga yang harus adaptif terhadap perubahan zaman,” kata Wamenag Romo R Muhammad Syafi’i saat penyerahan SK Pendirian Program Doktor Manajemen Pendidikan di Jakarta, Selasa.
Menurut dia daya tahan pesantren pada akhirnya ditentukan oleh kesanggupan lembaga membaca dan menjawab tuntutan zamannya sendiri.
Penyerahan SK dirangkai dengan Seminar Nasional dan Grand Launching bertema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045”.
Program ini merupakan program doktor pertama sepanjang sejarah Universitas Darunnajah, yang berdiri pada 2022 di bawah naungan Pondok Pesantren Darunnajah.
Sementara, Rektor Universitas Darunnajah yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH Hadiyanto Arief menyatakan program tersebut disiapkan sebagai jawaban atas persoalan itu.
Ia menyebut program doktor ini berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai ilmu yang selama ini menjadi fondasi pengelolaan pesantren.
“Dengan ilmu apa sebenarnya pesantren selama ini dikelola?” ujarnya.
Menurut Kiai Hadiyanto pesantren telah terbukti bertahan lintas generasi tanpa bergantung pada anggaran negara maupun konsultan manajemen modern.
Namun pengetahuan mengenai cara pengelolaannya lebih banyak tersimpan dalam praktik dan pengalaman para kiai sehingga ketika seorang kiai wafat, sebagian pengetahuan kepemimpinan juga kerap ikut hilang.
Ia menegaskan pembaruan manajemen tidak berarti mengubah jati diri pesantren. Nilai-nilai pokok atau tsawabit seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kepatuhan kepada guru tetap menjadi pondasi, sementara yang berkembang adalah instrumen dan tata kelola.
Menurut dia program doktor ini diarahkan untuk menjawab persoalan nyata pesantren, antara lain keberlanjutan kepemimpinan dan suksesi, pengelolaan wakaf produktif, keberlanjutan pembiayaan, serta pengembangan kelembagaan.
“Kehadiran program ini melengkapi jenjang sarjana dan magister Manajemen Pendidikan Islam yang lebih dulu berjalan di kampus tersebut,” kata dia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!