KAMPUS PERS
KAMPUSPERS Jurnalistik Independen & Terpercaya

VIRAL KELAS RUSAK DAN KUMUH, PEMKAB BANDUNG BARAT AKAN RENOVASI SMPN 2 NGAMPRAH VIA APBD

A
Admin Kampuspers 19 Agustus 2026, 15:07 WIB
2 min baca 1 views
VIRAL KELAS RUSAK DAN KUMUH, PEMKAB BANDUNG BARAT AKAN RENOVASI SMPN 2 NGAMPRAH VIA APBD
"Kondisi SMPN 2 Ngamprah di Bandung Barat menjadi sorotan akibat ruang kelas rusak dan lingkungan kumuh yang viral di media sosial, sehingga Plt Kadisdik KBB Edy Syafrudin melakukan sidak dan memberi tenggat waktu satu minggu kepada sekolah untuk membersihkan area tersebut serta mengoptimalkan dana BOS hingga 20 persen demi pemeliharaan rutin. Merespons perhatian Bupati, Pemkab KBB berencana merenovasi tiga ruang kelas menggunakan APBD murni atau APBD Perubahan tahun ini, sementara pihak sekolah mengklarifikasi bahwa pelibatan siswa dalam perbaikan dinding dilakukan atas kesepakatan bersama dan pemeliharaan skala kecil selama ini tetap berjalan sesuai batas anggaran."

KAMPUSPERS Kondisi SMP Negeri 2 Ngamprah di Desa Tanimulya, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tengah menjadi sorotan tajam setelah unggahan mengenai ruang kelas rusak dan lingkungan sekolah yang kumuh viral di media sosial.

Merespons hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pada Rabu (19/8/2026). Kedatangannya bertujuan memastikan janji pihak sekolah untuk melakukan perbaikan segera.

"Hari ini saya diperintahkan pak bupati mendatangi SMPN 2 Ngamprah melihat hasil dari tindak lanjut janji kepsek. Ada beberapa hal yang sudah ditindaklanjuti. Pertama itu soal white board, tadi kita lihat sudah diganti. Kemudian yang kedua kamar mandi, tadi pintu sudah diukur pintunya dan akan dikerjakan 3 hari ke depan selesai," kata Edy saat ditemui di lokasi.

Meski beberapa fasilitas mulai diperbaiki, Edy menyayangkan kondisi lingkungan sekolah yang masih tampak terbengkalai. Material bangunan bekas dan tumpukan sampah masih terlihat berserakan di area lapangan olahraga.

"Cuma untuk kebersihan lingkungan belum ditindaklanjuti. Masih kotor dan kumuh, harus segera diselesaikan dan saya tadi minta minggu ini wajib selesai. Apalagi tahun 2024 itu, sekolah ini mendapatkan predikat Adiwiyata tingkat nasional," ujar Edy.

Edy menegaskan bahwa pihak sekolah seharusnya bisa mengoptimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan rutin. Sesuai aturan, maksimal 20 persen dana BOS dapat dialokasikan untuk rehabilitasi ringan.

"Tadi sudah saya arahkan ke kepala sekolah ada dana BOS untuk pemeliharaan maksimal 20 persen bisa digunakan. Silakan dipakai untuk pemeliharaan. Ada benteng yang rusak, kemudian bangku, bisa diperbaiki," tuturnya.

Terkait kabar siswa yang menggunakan uang kas untuk memperbaiki kerusakan di ruang kelas, Edy menyebut hal itu dilakukan atas kesepakatan bersama tanpa unsur paksaan.

"Ya soal viral bahwa siswa dilibatkan membersihkan kelas, itu karena di ruang kelas ada tembok copot kemudian diplester oleh siswa. Tapi berdasarkan pengakuan wali kelas, tidak ada pemaksaan dan lain-lain semua atas seizin orangtua dan guru kemudian disepakati siswa," jelas Edy.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana melakukan rehabilitasi lebih menyeluruh pada tahun ini. Tiga ruang kelas akan diperbaiki menggunakan dana APBD murni atau APBD perubahan.

"Arahan pak bupati yang mengatensi kerusakan di SMP 2 Ngamprah, akan merehabilitasi 3 ruang kelas. Ini akan menggunakan APBD tahun ini, atau APBD perubahan. Nanti akan kita koordinasikan lagi," ucap Edy.

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana, mengeklaim pihaknya telah berupaya melakukan perawatan berkala sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

"Perawatan sudah dianggarkan di BOS, kami menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jadi yang kami lakukan hanya perawatan skala kecil, hanya kunci rusak, bangku, itu yang bisa kami fasilitasi," kata Agus.

Tag:
Bagikan:

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!